Smile Is Customer Service

16 Jun

Smile Is Customer Service

Pengalaman pertama kali ketika saya memasuki dunia kerja, saat itu saya masih kuliah semester akhir dan memang belum ada pengalam bekerja di perusahaan manapun selain internship yang memang jam kerjanya lebih sedikit dibandingkan dengan jam kerja pada umumnya.

Hari pertama saya datang paling pagi setelah office boy di kantor, beberapa menit kemudian datang rekan kerja saya yang lain mereka saling mengucapkan selamat pagi dengan senyum yang sumringah saya hanya membalas ucapannya dengan kata yang sama. Semakin siang semakin ramai yang datang dan identik dengan mengucap salam sambil absen finger print. Suatu hari saya datang ke kantor tapi rekan kerja saya beberapa ada yang sudah datang termasuk HRD. Tanpa ucap salam selamat pagi saya langsung duduk di ruangan saya.

Beberapa kali mereka datang lebih awal dari saya, sehingga ketika saya sampai sudah ada rekan kerja di kantor. Seperti biasa juga saya datang hanya dengan absen dan langsung duduk di ruangan. Siang hari ketika jam istirahat, saya di minta ke ruangan HRD ternyata beliau membicarakan mengenai ‘senyum’. Saya heran kenapa dengan senyum?

Ternyata beliau bilang kalau senyum pun penting dalam dunia kerja, terutama senyuman ketika menyapa rekan kerja, ketika mengucapkan selamat pagi atau ketika mengucapkan sampai jumpa kembali. Beliau pun bertanya kepada saya, kenapa tidak pernah mengucap selamat pagi? Jujur saja saya tidak pernah terpikir bahwa memberi senyuman adalah tuntutan pekerjaan karena menurut saya itu hanyalah basa basi, dan saya tidak suka basa basi.

HRD saya bilang, dalam dunia kerja tidak ada yang basa basi, dan suatu hal yang mendorong semangat dalam bekerja. Satu hal yang mengubah saya adalah ketika atasan saya menjelaskan bahwa saya harus banyak terseyum dalam bekerja. (Saya harus akui bahwa saya orangnya serius). Karena seyuman itu sendiri adalah gestur universal yang diterima semua orang sebagai sikap persahabatan, mau menerima dan siap membantu. Senyum yang tulus mengubah suasana termasuk ketika terdapat pelanggan yang komplain. Permasalahan jadi mudah dipecahkan ketika ada senyum yang tulus dan pengakuan bahwa saya salah. Senyuman adalah keterampilan dasar yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Senyuman yang keluar dari hati yang gembira.

Mulai hari itu saya berjanji bekerja dengan tersenyum.

By: SY

  • 16 Jun, 2017
  • 168Solution Public Class

Share This Story