Belajar Dari Layang-layang

04 Jun

Belajar dari Layang-layang

Bocah kecil, bermain layang-layang di lapangan basket depan rumah seru rasanya. Mereka begitu asik dan sibuk memainkan layang-layangnya. Sibuk menarik-ulur benang-benang layangan nya walaupun panas terik menyoroti satu persatu wajah-hawah mereka. Namun terpancar kegembiraan di raut muka mereka.

Salah satu dari mereka duduk di tepi lapangan, dan anak lainnya pun berteriak, ayo Rian buruan sini main, banyak musuhnya tuh dan tidak berapa lama, bocah yang di panggil Rian tadi berlari ke lapangan bergabung bersama teman-temannya yang lain.

Aku pun terhenyak melihat kelakuan bocah-bocah itu seperti melihat diriku sendiri saat masa kecil dulu, aku yang sering dimarahin mama dan papa karena suka ikut-ikutan kakak ku main layang-layang walaupun hanya disuruh memegangi layangan saat akan diterbangkan.

Sebelum kita memulai menerbangkan layang-layang kita harus tahu kemana arah angin bertiup, begitu pun hidup, sebelum kita memulai segala sesuatu kita harus tahu kemana akan melangkah, tujuan kita melangkah itu yang harus kita pikirkan.

Setelah layang-layang bisa diterbangkan dan layang-layang pun menari-nari di angkasa raya, kita pun harus senantiasa memainkan benangnya, ditarik kemudian di ulur/dilepaskan supaya layang-layang tersebut bisa seimbang dan dapat kita kendalikan, disini dibutuhkan keterampilan dalam memainkannya. Dalam hidup pun kita harus bisa senantiasa seimbang, harus tau kapan waktunya untuk menarik dan kapan waktunya untuk melepaskan.

Mengapa layang-layang bisa terbang?

Karena ada angin dan ia berani melawan angin itu! Ya, angin membawa layang-layang naik hingga tinggi ke awan. Dan hanya dengan berani melawan angin, maka layang-layang itu bisa terus terbang dengan terarah. Layang-layang yang mengikuti arah angin adalah layang-layang yang putus, dan akan jatuh.

Kadang kita begitu takut saat angin cobaan datang menerpa. Kalau boleh meminta, kita tidak berharap mengalami masalah, kesulitan, dan tekanan hidup. Sebaliknya, kita ingin jalan kita lurus dan mulus seperti jalan tol.

Dan saat-saat paling menegangkan dalam permainan layang-layang adalah dimana layang-layang kita di adu dengan layang-layang orang lain. permainan layang-layang jika hanya bermain sendiri sangat tidak menyenangkan).

Disini di butuhkan strategi, bagaimana supaya layang-layang kita mampu bertahan dari terjangan musuh. Keterampilan memainkan layang-layang, gelasan dengan kwalitas yang bagus dan bantuan angin yang bertiup menjadi kunci untuk jadi pemenang dalam beradu layang-layang.

Begitu pun hidup, kita butuh strategi untuk mampu bertahan dalam persaingan yang semakin sengit dewasa ini, di samping itu keterampilan-keterampilan pun sangat kita butuhkan, dan juga yang tak kalah lebih penting adalah mengharapkan pertolongan tuhan dalam menghadapi hidup.

Sahabat, hidup adalah pilihan, dan bila Anda dihadapkan pada situasi atau keadaan yang harus memilih, tak ada jalan lain kecuali harus memilih, tak ada jalan lain kecuali harus memilih. Apakah kita akan seperti layang-layang yang berani melawan angin, atau mengikuti arus angin saja? memang yang kedua lebih mudah. Ya, lebih mudah bagi kita untuk menyerah dalam situasi sulit.

Jakanglah takut jika hari ini angin yang sepoi-sepoi tiba-tiba menjadi badai. Tetaplah kuat jangan buru-buru menyalahkan angin besar yang menerpa layang-layang kita, sebab kita justru akan segera melihat awan, langit indah, dan pemandangan menakjubkan.

Angin tidak pernah menjadi musuh layang-layang angin selalu menjadi sahabat terbaik layang-layang.

sumber: http://irmasustika.com/home/belajar-dari-layang-layang/

  • 04 Jun, 2018
  • 168Solution Public Class

Share This Story